0
Dikirim pada 23 April 2014 di umum

Sebagian suami menikahi wanita muslimah dengan keadaan belum mengenakan jilbab. setelah waktu berjalan, sang suami ingin istrinya mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika keluar rumah atau bertemu dengan orang lain yang non mahram. Namun keinginan baik suami bukan tidak serta merta dipenuhi oleh istri, bahkan ada sebagian yang berani menolaknya terang-terangan.


Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslim, termasuk muslimah. Syariat ini tidak bisa ditawar-tawar. Kaum wanita di masa kini justru berani membuka, bahkan mempertontonkan auratnya. Semoga engkau tidak termasuk yang demikian. Padahal, seluruh anggota tubuh perempuan selain wajah dan kedua telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup, baik pada saat shalat maupun dalam pergaulan sehari-hari.


Secara khusus, Allah memerintahkan kaum wanita menutupi seluruh anggota tubuhnya, selain bagian yang diperbolehkan nampak. Firman-Nya: “Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang/' (Al-Ahzab [33]: 59)


Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya,....” (An-Nur [24] : 31)


Jilbab bukan sekadar kerudung yang dibalutkan di kepala dan leher. Jilbab juga bukan sekedar terlihatnya dua telapak tangan dan muka, sementara lekuk tubuhnya masih terlihat. Yang dimaksud dengan jilbab bukanlah kerudungnya saja,tetapi seluruh pakaian yang melekat di tubuh. Jilbab adalah pakaian identitas seorang muslimah bertakwa, la adalah pakaian yang ketentuannya sudah disyariatkan. la bukan pakaian modis, tetapi pakaian takwa. Pakaian yang telah dipilihkan secara khusus oleh Allah. Dan yang memakainya, adalah wanita yang Allah ridha terhadapnya.


Persoalan yang timbul dari keinginan suami atas istrinya agar sang istri mengenakan jilbab; muncul dari cara bagaimana suami memberi pengertian dan menyampaikan maksudnya kepada istri. Jika suami mampu menyampaikan secara bijak dan meyakinkan istri tentang kewajiban berjilbab, serta memberikan kesempatan kepada istri untuk mengubah penampilannya secara bertahap, kemungkinan istri menerimanya. Akan tetapi jika suami memaksa tanpa ada penjelasan yang bisa diterima oleh istri, yang terjadi adalah keberanian istri untuk menolaknya.Ketika Keluarga Tak Seindah Surga



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com


Dikirim pada 23 April 2014 di umum
comments powered by Disqus
Page
widget
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 154.764 kali


connect with ABATASA